5 Ketakutan VS Realita Selama Mahasiswa Sampai Jadi Pekerja Muda. Mana yang Kamu Rasa?

Dulu, pas kamu dulu masih SMA, rasanya enak kalau membayangkan jadi mahasiswa. Kamu bisa bebas tanpa terikat orangtua, punya kesempatan ketemu banyak orang hingga bisa jalan-jalan kemana aja yang kamu suka.

Tapi ketika tiba saat kamu menjalani status sebagai mahasiswa, kesenangan yang dulu kamu bayangkan gak semua bisa jadi kenyataan. Saat kamu jadi mahasiswa, lebih banyak rasa takut yang kamu rasa.

Nah di sini Hipwee akan membahas ketakutan-ketakutan yang sering kita alami selama mahasiswa. Plus bagaimana realitanya. Apakah kamu merasakannya juga?

Masuk ke kampus baru membuatmu takut harus bergaul sama teman-teman baru. Takut nggak punya teman. Eh ternyata mereka seru buat diajak gila-gilaan!

Kamu bisa kok beradaptasi via makingcaringcommon.tumblr.com

“Buuuk… Kangen… Nisa pingin pulaang… :'( “

Bagi kamu yang emang belum pernah jauh dari orangtua, mungkin hal ini yang kamu rasakan. Rasanya sepi, gak enak dan pasti kamu juga merasa kurang nyaman sama lingkungan barumu. Kamu bahkan juga ragu apakah kamu akan bisa cepat beradaptasi atau tidak di tempat barumu. Yah, namanya juga baru pindah dari lingkungan lama ke lingkungan baru.

Tapi toh nyatanya setelah kamu mulai menjalani kehidupan di lingkungan baru, kamu juga lama-lama enjoy juga kan. Meski memang butuh waktu, tapi yakin deh kehidupan di lingkungan baru bakal jadi indah seiring berjalannya waktu.

IP semester pertama sering dijadikan patokan gimana kuliahmu nantinya. Tapi ternyata dapat IP bagus nggak sesulit kelihatannya

IP 3,5 lumayan lah ya…

“Dit, IPku jelek, nih.”
“Laah… Padahal nyari IP bagus di semester awal itu masih gampang, loh”

Yang namanya mahasiswa tentu gak mungkin jauh-jauh dari yang namanya IP. Makhluk bernama IP ini yang menentukan bagaimana indeks kesuksesan studimu menurut kampus. Jadi gak heran juga kalau saat kamu awal kuliah, kamu sangat menginginkan punya IP tinggi. Dan saat IPmu gak sesuai dengan target, kamu jadi mulai takut akan masa depan perkuliahanmu.

Untungnya, kamu bukan tipe orang yang mudah menyerah. Meski emang IP semester awal kurang memuaskan, tapi kamu tetap berusaha untuk bangkit. Kamu bahkan juga mulai ngambil kembali mata kuliah yang nilainya jelek demi memperbaiki IPmu. Ujung-ujungnya, selama kamu masih mau usaha untuk memperbaiki, IP awal yang jelek bukan bukan akhir dari kuliahmu kok.

Dosennya killer tuh. Nilainya susah! Ah. Dosen juga manusia. Tetap ada cara mengakalinya

Dosennya nyeremin via www.bacatulisan.com

“Ji, Statistik kita cuman tinggal kelasnya bu Ina doang, nih!”
“Hah? Bu Ina yang killer itu???”
“Iyaa….”

Sebagai mahasiswa, kamu pasti juga memperhitungkan siapa dosen yang akan kamu pilih nantinya. Karena jika kamu dapet dosen killer, beliau akan membuatmu kesusahan untuk dapetin nilai bagus. Tapi kalau kamu pas dapet dosen killer? Kamu bakal merasa takut akan kelulusan mata kuliahmu nanti. Apalagi kalau itu mata kuliah yang kamu gak bisa, tamat sudah riwayatmu.

Well, emang sah-sah saja sih kalau kamu ingin dapet dosen yang baik. Tapi kalau nyatanya kamu dapet dosen killer ya apa mau dikata. Dapat dosen killer bukan berarti kamu pasti akan gagal loh ya. Kamu hanya perlu bertingkah lebih baik di kelas dan belajar lebih giat. Toh, meski dosenmu killer, tapi tetep banyak yang lulus kan? Kalau mereka bisa, kenapa kamu nggak?

Kata orang skripsi itu susah. Setelah dijalani sampai sidang — ternyata skripsi itu kayak bercanda! Nggak usah sempurna. Asal kelar aja

Pusiiing liat bukunyaa via alanulun.tumblr.com

“Bro, gimana skripsi lu? Udah nyampek bab berapa?”
“Gue? Masih nyandet di bab 1 nih”

Banyak yang bilang bahwa skripsi itu nyeremin. Banyak kan contoh kakak tingkatmu yang ternyata sampai sekarang masih juga belum lulus karena terkendala skripsi. Mulai dari nyetorin judul skripsi, penelitian, bimbingan, hingga proses penulisan, skripsi itu memang susah!

Tapi toh itu bukan berarti kamu juga bakal gagal kan. Memang sih kamu harus rela jatuh bangung mulai dari pengajuan judul sampai sidang skripsi, tapi kalau kamu memang niat, kamu pasti bisa kok. Lagian juga kamu harus lihat, faktanya banyak kok teman-temanmu yang juga lulus. Kamu harusnya gak perlu takut lagi sama skripsi.

Kerja dimana? Gaji seberapa? Bisa membahagiakan orangtua apa nggak? Ternyata semua harus dijalani saja. Nggak perlu bikin kita sampai pusing kepala

Stormtrooper wisuda via devensamson.tumblr.com

Masamu menjadi mahasiswa akan selesai ketika kamu sudah ngambil ijazah dan KTMmu tak lagi berlaku. Segala perjuanganmu selama masih jadi mahasiswa akhirnya sampai pada puncaknya kala kamu sudah diwisuda. Seneng sih, tapi tetep aja kamu jadi mikir keras.

“Wisuda sih udah. Tapi tetep aja galau mikirin habis ini gimana”

Wisuda emang sudah, tapi kamu tetap bakal takut akan masa depan. Setelah ini mau kerja dimana, dengan gaji berapa hingga bisa nggak ya kamu bahagia nantinya setelah melepas status sebagai mahasiswa. Wajar kok kalau kamu bingung sama masa depan. Tapi kamu gak perlu segitu takutnya. Sudah ada yang mengaturmu kok kalau urusan masa depan. Yang jelas, selama kamu tidak menyerah dan tetap berusaha, masa depan pasti cerah.

Namanya juga mahasiswa, wajar memang kalau kamu memiliki kekhawatiran tersebut. Namun selama kamu tidak hanya diam, bekerja keras dan rajin berdoa kepada Tuhan, kamu gak perlu khawatir yang berlebihan. Daripada kamu tenggelam dalam ketakutan dan kekhawatiran, bukankah kamu fokus bekerja menyongsong masa depan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.