Fadli Zon Resah Saat Ahok Mengutip Surat Almaidah (51)

adminOctober 1, 2016Views 19

TOLONGSHARE.COM - JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon kembali menyerang Gubernur DKI Basuki T Purnama.

Kali ini serangan Fadli didasari pernyataan Ahok -sapaan Basuki- yang mengutip Surat Almaidah ayat 51 untuk pencalonannya pada pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI Jakarta.

Fadli mengatakan, Ahok yang kerap menyerukan agar jangan ada isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dalam kampanye pilkada DKI.

Namun, kata Fadli, calon incumbent gubernur DKI itu justru mengutip surat Almaidah ayat 51 dalam konteks tidak tepat sehingga malah bermuatan SARA.

“Ahok bukan orang yang memiliki kompetensi untuk mengutip ayat suci umat Islam dan mengajari tentang agama. Sangat tidak tepat, itu sama saja dengan melarang umat Islam menjalankan keyakinan ajaran agamanya,” ujarnya melalui siaran pers, Jumat (30/9).

Fadli yang juga wakil ketua DPR mengatakan, pernyataan Ahok justru bukan ajakan untuk persaingan sehat, namun malah menyinggung umat Islam.

Sebab, pernyataan Ahok yang mengutip Almaidah ayat 51 malah bisa memunculkan keresahan.

“Negara kita berdasarkan Pancasila dan di sisi lain kita juga menghargai pluralisme. Namun bukan berarti Ahok bebas mengutip dan mengajari ajaran agama umat Islam yang bukan keahliannya,” tegas dia.

Karenanya Fadli menyarankan agar Ahok menghentikan pernyataan-pernyataan provokatif yang menyinggung SARA.

Alasannya, meski kritik dan debat merupakan hal biasa dalam demokrasi, namun pernyataan yang menyinggung agama bisa ditanggapi berbeda oleh masyarakat.

“Pilkada ini harus berjalan secara sehat, demokratis dan konstitusional,” pungkas legislator asal Jawa Barat itu.

Sebelumnya, Ahok mengaku tak mau diserang dengan isu SARA. “Jangan tak pilih saya karena  Almaidah 51,” ujar Ahok dalam jumpa pers di kantor DPP Partai NAsDem, 21 September lalu.

Surat Almaidah ayat 51 adalah ayat dalam Alquran yang melarang umat Islam memilih calon pemimpin dari kalangan Nasrani dan Yahudi. Bunyi lengkapnya adalah:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.(dna/jpg) [JPNN]

Categories