Inilah Alasan Mengapa Manusia Sering Mengalami Kegelisahan Dalam Hidup

adminJanuary 23, 2016Views 22
nainawa-qunut-nazilah-561x330.jpg
Sebenarnya, tenang atau tidaknya, & baik atau buruknya hidup kita, tergantung dari hati kita, seperti yg disampaikan Rasulullah saw : “Ingatlah bahwa dalam jasad ada sekerat daging, seandainya dia baik, sehingga baiklah jasad seluruhnya; jikalau dirinya rusak, sehingga rusaklah jasad seluruhnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu ialah hati.” (HR. Imam Bukhari & Muslim).Hadits ini menunjukkan betapa pentingnya posisi hati dalam tubuh manusia, hati tak cuma sekerat daging, tapi juga penentu aqidah, penentu budi pekerti & penentu keputusan paling besar seperti yg dijelaskan dalam sebuah hadits Arbain Nawawiyah bahwa Rasulullah saw pernah bersabda, yg artinya “Mintalah fatwa terhadap hatimu sendiri. Kebaikan merupakan apa-apa yg menentramkan jiwa & hati, sedangkan dosa merupakan apa-apa yg mengusik jiwa & meragukan hati, walaupun orang-orang berikan fatwa yg membenarkanmu.” (H.R Imam Ahmad bin Hambal & Iman Ad-Darani)ergfdgdfgdfgfdgfdgdfgfdgdfhfdhhd.jpg
Kegundahan hati yg disebabkan oleh problematika hidup yg penuh bersama konflik, persoalan-persoalan, keinganan-keinginan duniawi kita & segala macam tantangan, dapat menyebabkan hati kehilangan Cahaya-Nya maka butuh segera ditemukan terapinya. Kita dapat mudah stres seandainya menjadikan dunia (kendaraan, pekerjaan, rumah, baju, gadget, perhiasan, dan seterusnya) juga sebagai sumber kemuliaan, prestise, atau kebanggaan. Ingin kondangan stres lantaran tak punyai pakaian baru. Ingin mengangkat telepon ragu dikarenakan hapenya hape jadul. Ingin ada kunjungan dari teman bingung lantaran rumah kecil & masihlah ngontrak.Sehingga, hiduplah biasa-biasa saja. Jadikan tolak ukur kemuliaan kita ada terhadap ketakwaan, amal saleh, & luasnya ilmu. Hidup insya Allah dapat lebih tenang & berkah. Silahkan kira renungkan firman Allah yg Maha Ar-Rahman & Ar-Rahim yg terdapat dalam ayat-ayat Al-Quran, diantaranya : Allah Swt, berfirman yg artinya “Alif, laam raa.(Ini ialah) Kitab yg Kami turunkan kepadamu agar kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita pada cahaya terang benderang dgn izin Tuhan mereka,(yakni) menuju jalan Tuhan Yg Maha Perkasa lagi Maha Terpuji” (Q.S Ibrahim : 1). Al Quran di Surah Al-Ankabut ayat : 2-3 : “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan (saja) hanya dgn mengatakan : “Kami sudah beriman”, sedang mereka tak diuji lagi? & sesungguhnya, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, sehingga sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yg benar & sesungguhnya Dia tentu mengetahui orang-orang yg dusta.” (QS. Surah Al Ankabut 29 : 2-3). Al Baqarah ayat 286 sebagai berikut : “Allah tak membebani seseorang melainkan sesuai dgn kesanggupannya…” (QS. Al Baqarah 2 286). Ini merupakan jaminan dari Allah, & pasti benarnya. Jadi seandainya ada dari kita yg tetap merasa tak kuat menerima ujian atau Ketetapan-Nya yg terasa berat & menyakitkan kita, maka berati kita tak yakin dgn firman Allah & secara tak langsung kita sudah meragukan Allah, Naudzubillah & jikalau kita masihlah bingung juga harus bagaimana menghadapi persoalan hidup yg berat tersebut, maka cobalah renungkan firman Allah di surah Al Baqarah ayat 45-46 sebagai berikut : Jadikanlah sabar & shalat sebagai penolongmu. & sesungguhnya yg demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yg khusu’ (yakni) beberapa orang yg meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya & bahwa mereka akan kembali Pada-Nya. ” (QS. Al Baqarah 2 : 45-46). Ada pun yg merasa tak puas dgn takdir Allah, dikarenakan merasa telah berupaya sekuat tenaga utk meraih keinginan namun tak tercapai, maka temukan jawabannya di surah Al-Baqarah ayat 216 : “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, & boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tak mengetahui.” (QS. Al Baqarah 2 : 216). Sebaiknya kita tetap senantiasa berprasangka baik kepada Allah Swt Yg Maha mengetahui apa yg terbaik utk seluruh Hamba-Nya. Percayalah, Allah lebih mengetahui apa yg paling baik, paling tepat & paling sesuai utk kita. & kita harus percaya bahwa Allah tak pernah menyulitkan Hamba-Nya & tak pernah membuat Hamba-Nya menderita, tentu ada tujuan lain yg mau Dia sampaikan dibalik ujian yg diberikan & tentu ada hikmah yg tersembunyi yg kadang perlu waktu bagi kita buat memahaminya. & kita harus percaya dgn seyakin-yakinnya, Allah Swt yg menciptakan kita, tentu amat sangat tahu kondisi kita dgn teramat rinci, jadi tak akan pernah ada dalam kehidupan kita, beban persoalan yg over dosis. Kita tentu bisa menerima seluruhnya ujian yg Diberikan-Nya, asalkan kita kuat iman & sabar. Sebenarnya yg paling mendasar yg kita butuhkan hanyalah kekuatan kita utk menenangkan diri disertai dgn Istighfar & tawakal dikarenakan jika kita membiarkan kegalauan hati & pikiran menguasai kita, sehingga hanya akan ada rasa ketidak puasan terus menerus yg akan kita temukan. Naudzubillah..
Sumber: http://www.akhlakmuslim.com/2016/01/inilah-alasan-mengapa-manusia-sering.html