Kisah Nyata, Seorang Istri yang Mampu Menyelamatkan Suami & Anaknya Dari Hukuman Mati

adminJanuary 19, 2016Views 22
tolongshare.com - Tiga orang ditangkap. Kasusnya sama. Raja Hajjaj bin Yusuf menjatuhkan hukuman mati pada ketiganya. Dalam penangkapan yg sama, didapatilah satu orang perempuan dengan ke3 pelaku. Hajjaj bin Yusuf bertanya terhadap si perempuan, “Siapakah ke-3 orang ini?”

Pria pertama merupakan suami si perempuan, orang ke-2 ialah anaknya, & yg ke-3 sahabatnya.

Suasana jadi hening dikala Hajjaj bin Yusuf memberikan penawaran terhadap si perempuan. Makin pelik lantaran jawaban atas penawaran tersebut berpengaruh bagi keselamatan salah satu di antara mereka & kematian bagi dua orang yang lain.

“Jika saya memberikan peluang kepadamu utk pilih satu dari tiga orang ini utk diselamatkan, siapakah yg bakal kau pilih?” bertanya Hajjaj memberi kemurahan.

Suasana mendadak hening. Nafas seakan tertahan. Seluruh tatapan tertuju terhadap si perempuan. Diam. Bahkan jantung pula terasa berakhir berdetak.

“Suami akan tetap ada. Anak pun akan tetap ada.” jawab si perempuan. “Oleh sebab itu, saya pilih sahabatku buat diselamatkan.”

Seluruhnya yg hadir serta terbelalak. Kaget bukan kepalang. Menurut mereka, perempuan ini teramat bodoh lantaran mengorbankan nyawa suami & anaknya demi sahabatnya. Di sudut lain, ada pun yg tanya, sehebat apakah jasa sang teman sehingga perempuan itu memilihnya utk diselamatkan.

Hajjaj bin Yusuf meminta penjelasan atas pilihan si perempuan yg tidak biasa. Dgn tegas & bertenaga, perempuan ini mengemukakan argumennya. “Jika suamiku mati, dirinya tetaplah suamiku. & aku bisa dinikahi oleh pria lain yg nanti jadi suamiku atau terus menjanda. Demikian juga dgn anak. Dirinya akan terus anakku & saya berpeluang mempunyai anak dari orang lain.”

“Namun,” terang si perempuan, “sahabat amatlah tidak sama. Mereka amat bermakna. Tak gampang mendapatkan sahabat yg setia.”

Mendengar alasan cerdas si perempuan, Hajjaj bin Yusuf pula mengampuni ke-3 pelaku itu. Karena kecerdasan sang perempuan, suami & anaknya terbebas dari hukuman mati yg sudah di depan mata.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

Categories