Owner D4F Buron Kepolisian Palembang

adminSeptember 2, 2016Views 54

c395a8ccab4be3b1d591ea46af1a7d73_XL

PALEMBANG - Korban penipuan Dream for Freedom (D4F) sepertinya meluas. Kini makin banyak mantan member yang mengaku uangnya hilang setelah menanamkan investasi di komunitas sosial keuangan alias money games tersebut. Di facebook-nya Nesia D4F 2016, misalnya. Para member mengungkapkan kekesalannya. Berharap owner-nya D4F, Fili Muttaqien bisa ditangkap. Itu setelah akun Krital Uchiha mem-posting gambar koran Harian Sumatera Ekspres yang terbit Jumat (26/8), dengan headline halaman depan bertajuk “Investasi D4F-MAQ Ditutup” sekitar pukul 07.21 WIB. “Info pagi ini di Palembang,” tulis akun itu. Lalu akun Gelar Rahayu menimpali. “Kapan ya owner ditangkap,” tulisnya. Sementara akun lain justru menyebut, “Gak bakal, dan gak bisa, Fili aman saja,” terangnya. Tak hanya itu, di akun facebook Wong Palembang Nian juga sama hebohnya. Beberapa member memperbincangkan karena sudah ditipu, setelah berita D4F muncul di koran. “Headline Sumeks hari ini (kemarin, red),” tulis admin akun tersebut sambil memperlihatkan foto beritanya. Karena itu, dalam statusnya dia mengimbau member berhati-hati dan tolak setiap ada tawaran money games seperti D4F. “Apapun tameng yang mereka pakai, baik itu komunitas sosial, persaudaraan, atau lainnya,” sambungnya. Dirinya pun mencontohkan, kalau kawan karibnya sendiri sampai menjual rumah karena dikejar-kejar utang setelah ikut dan tertipu bisnis D4F. Setelah dirinya mengupload status itu, ratusan kali pengguna facebook lain turut membagikan kirimannya. “Untunglah, aku kemarin cuma ikut Rp1 juta, tapi modalnya sudah kembali,” timbal akun facebook Firdaus. “Nak kayo tu begawe nang,” timpal akun Amri Ramadhani. Tak hanya itu, akun facebook Dibalik Senyum Palsu menyebut “Itu MLM (DF4) juga bisnis abal-abal. Teman kerja saya sudah dipecat karena banyak alasan keluar kantor. Padahal kumpul-kumpul mempengaruhi orang-orang dengan bisnis abal-abal”. Akun Baim Yukadama, dalam komentarnya menuliskan. “Pemimpinnya Wong Palembang inilah, namanya Fili Muttaqien. Tangkap bae owner-nyo ini,” tulisnya. Dirinya pun menerangkan saat ini Fili sudah menjadi orang yang kaya raya. Mempunyai mobil mewah dan rumah gedongan. “Sebelum ditutup kemarin, dia menikah dulu di Novotel besar-besaran,” tulisnya. Sementara, akun Alfa Omega membagikan kiriman sahabat dekat Filli, Yudi Wikra Dwi Ikra di FB Nesia D4F 2016. Meski dia tidak membela Fili, dia yakin sang sahabat akan mengembalikan hak-hak member dengan bijak walaupun 20 persen. “Sebab dana 20 persen masih aman, hanya saja pengembaliannya sedang diatur pihak manajemen. Karena itu dia minta bersabar pasti dikembalikan. Setelah hasil meeting di Bandung akan diinformasikan,” tulisnya. EN, honorer Pemkot Plaembang mengaku pernah aktif di D4F. “Saya baru tahu kalau D4F sudah tutup,” akunya. Dia pun bersyukur sewaktu menanamkan modal dan membeli paket platinum Rp30 juta, semua uang itu sudah kembali dan baliknya Rp39 juta. Dia sendiri mengaku tak pernah berkomunikasi dengan leader maupun orang yang mengajaknya bergabung dengan D4F. Dirinya pun mengklaim seluruh bawahannya yang ikut D4F juga sudah balik modal melakukan aksi atau tindakan lainnya. “Mau apa lagi, yang penting modal sudah kembali,” imbuhnya. Sebelum bergabung, dirinya pun mengaku sudah tahu semua risikonya. Di OKU sendiri, ternyata salah satu member D4F, Ana Suhesti (30) warga Desa Air Paoh, Kecamatan Baturaja Timur dan 6 orang lainnya sempat melaporkan dugaan penipuan itu ke SPKT Polres OKU, pada 30 April lalu. Saat itu, pelapor diminta salah satu member DF4 menanamkan modal Rp15 juta dengan keuntungan 1 persen per hari. “Uang itu saya transfer via ATM pada 14 Januari 2016 sekitar pukul 14.51 WIB,” jelasnya. Pelapor mengaku baru menerima uang Rp1,25 juta dan dibayar dua kali. Setelah itu tidak lagi mendapatkan pembayaran bonus. “Banyak kawan yang sudah menyetor ke orang itu. Mulai Rp5 juta hingga Rp70 juta. Namun, sampai sekarang kami belum menerima uang seperti yang dijanjikannya,” ujar Ana saat memberikan keterangan kepada polisi saat itu. Namun saat dikonfirmasi kelanjutan pengaduan itu, Kasatreskrim Polres OKU, AKP Harmianto mengaku belum tahu secara pasti. “Kalau laporannya April lalu saya belum di sini (Polres OKU, red). Tapi, akan saya cek kelanjutannya. Termasuk apakah ada lagi masyarakat yang melaporkan dugaan penipuan yang sama,” tegasnya. Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo mengatakan, pihaknya membuka pintu bagi member yang merasa tertipu dan dirugikan dari bisnis investasi D4F. “Silakan melapor, kami siap terima,” ujarnya. Ia mengingatkan masyarakat agar berpikir cerdas dan berhati-hati dengan tawaran berinvestasi. Apalagi bisnis yang menjanjikan keuntungan dalam waktu singkat. “Modus-modus seperti itu sudah lama, hanya namanya saja yang beda,” katanya. Diakuinya, di awal-awal investasi, member lancar menerima janji dari para pelaku bisnis. “Saat anggotanya sudah banyak, uang mereka bawa kabur. Ini jelas penipuan,” tuturnya. Kapolda menegaskan, jika ada oknum Polri yang terlibat dalam bisnis ini, masyarakat bisa melaporkannya. “Jika ada bukti kuat, segera laporkan. Siapapun orangnya, akan kami proses,”pungkasnya. Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede SH SIK MH menambahkan sejauh ini pihaknya sendiri belum menerima laporan korban tertipu D4F atau sejenisnya. “Namun kami terbuka jika ada korban yang merasa tertipu dan ingin bawa kasus ini ke jalur hukum. Kami akan memproses laporannya,” kata Maruly. Dikatakan, secara umum modusnya cukup menggiurkan, makanya investasi bodong terjadi terus menerus. “Awalnya korban menyerahkan uang dengan perjanjian sistem bagi hasil. Di masa awal mendapat pembagian sesuai harapan, tapi perlahan kemudian kesepakatan itu tak dilaksanakan. Pembayaran macet, sehingga korban yang menyerahkan uang pun merasa tertipu,” sambungnya. Maruly mengatakan, pelaku penipuan seperti ini dapat dijerat pasal 378 KUHP. Sesuai ketentuan diancam kurungan empat tahun penjara. “Korban biasanya saling mengenal dan saling mengajak. Karena itu, kami imbau tidak tergiur iming-iming mendapatkan uang dengan mudah,” tukasnya. Kasubag Edukasi & Perlindungan konsumen OJK KR 7, Tony menegaskan supaya penipuan investasi tidak terus berulang, pihaknya berharap masyarakat bisa kenali ciri-ciri investasi bodong. Pertama, satu biaya keanggotaan cenderung tinggi, menjanjikan keuntungan tinggi yang tidak wajar tanpa perlu kerja keras, legalitas tidak jelas, dan pengolaan dana investasi tidak transparan. “Kami juga memiliki paduan terkait pengenalan investasi bodong atau money games ini,” terangnya. Berdasarkan piramida money games, ada underlying sebagai kamuflase yang menjanjikan keuntungan tidak wajar, biaya keanggotaan tidak sebanding barang yang didapat, lebih fokus perekrutan anggota baru ketimbang penjualan produk, dan anggota rugi jika tidak merekrut orang baru. Hal ini kurang lebih sama dengan skema Ponzi. Pada dasarnya skema ini berupa “gali lubang tutup lubang”. (chy/aja/cj10/fad/ce1)

- See more at: http://sumeks.co.id/index.php/sumeks/18582-tangkap-owner-d4f#sthash.SYK8ltwc.dpuf

Categories