Saya Rela Hidup Di Gubuk & Makan Tahu Tempe, Yang Penting Keluarga Saya Tak Makan Dari Penghasilan Haram

adminSeptember 29, 2016Views 12

TOLONGSHARE.COM - Saya rela dan ikhlas hidup digubuk seperti ini dan makan tahu tempe, asalkan keluarga saya tidak makan dari penghasilan yang haram, Salut pak, anda salah satu Polisi Hebat yang saya kenal, Hebat dan Tangguh mengendalikan Hawa Nafsumu sendiri untuk tidak memakan yang lebih enak dan tidur yang lebih empuk dari gubukmu asalkan semua itu diperoleh dari yang halal.

Sungguh banyak yang terjerumus TAK KUAT melawan godaan ini. InshaAllah Terberkahi pak Polisi. #POLISIHEBAT.

Demikian caption yang kini sedang ramai beredar di laman social media.

Terlihat sosok polisi yang sedang menyuapi anak laki-lakinya, tampak di fotoyang ramai ini rumah yang terlihat sederhanya seperti terbuat dari kayu atau Gedeg kalau orang jawa bilang.

Kami belum mengetahui secara pasti siapa polisi tersebut, namun foto itu kini ramai dibicarakan khususnya di laman facebook.

”Ya Allah Yang maha memiliki semua kerajaan (kekuasaan di alam semesta), Engkau berikan kekuasaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kekuasaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mu lah segala kebaikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”.[Ali ‘Imran/3:26].

Dan orang-orang yang dikehendaki dan dipilih-Nya untuk meraih kebahagiaan hidup adalah orang-orang beriman yang selalu berpegang teguh dengan petunjuk-Nya. Allah berfirman:

فَإِمَّا

يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ

Maka jika datang kepadamu (wahai manusia) petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, maka dia tidak akan tersesat dan tidak akan sengsara (dalam hidupnya). [Thaha/20:123].

Dalam ayat lain, Allah Azza wa Jalla berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Barangsiapa mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik/bahagia (di dunia), dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka (di akhirat) dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. [An-Nahl/16:97].

Mengkonsumsi harta yang haram adalah perbuatan maksiat kepada Allah dan mengikuti langkah-langkah setan/Iblis. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ ﴿١٦٨﴾ إِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَاءِ وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan karena sesungguhnya syaithan adalah musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya syaithan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, serta mengatakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui. [al-Baqarah/2:168-169].

Source link