Untuk Penghuni Hatiku yang Baru, Kuucapkan Selamat Datang Untukmu

Aku tahu, aku bukan cinta pertamamu. Tetapi, aku berharap aku jadi yang terakhir buatmu – Anonim

Detik ini, entah melalui status, pesan, lirikan atau bahkan sapaan hangatmu ada hal yang selalu buatku tersenyum. Entah bibir ini tak sanggup menahan untuk melengkungkan bentuknya dan membuat imajiku bermain main dengan sosokmu.

Sosokmu yang hangat di hatiku, kian hangat kian pekat hingga memanas di kening, aku tak tahu apakah mungkin aku merasakan sakit ataukah ini adalah serangan jatuh hati yang kudapat karena memikirkan dirimu ?

Terkadang seseorang tidak menyadari perasaan cintanya sampai ia berpikir bahwa ia telah jatuh cinta. Kali pertama sebuah pertemuan adalah memori yang tak dapat kita hilangkan, jujur! Memori itu pastilah dipenuhi kenangan indah, hingga tak sadar bibir terus melengkung hingga tak sadar tawa kecil pun dapat terasa dalam getaran hingga ke otak.

Aku adalah seseorang yang sedang jatuh cinta?

Ah, sempat aku meragukan perasaan ini yang terus mengacaukan pikiranku.

Duh, mengapa sosoknya selalu bermain main dalam pikiranku? Seolah ia sedang mengajakku bercanda juga!

Setiap orang pastilah merasakan hal yang berbeda, bisa jadi pertemuan mereka diwarnai kejadian yang terasa sangat asing lalu kemudian mencair. Menjadi suatu keadaan yang sangat nyaman dan membuat kita terlupa bahwa waktu terus berjalan melalui setiap percakapan yang terlewat hingga larut dalam emosi bahagia yang membuncah hingga beberapa hari berikutnya..

Ataukah pertemuan pertama yang sudah di prediksi sebelumnya kemudian menjadi canggung dan kita merasa waktu begitu lama melalui setiap kata yang keluar dari sosoknya yang tak kunjung mencairkan suasana canggung tersebut? Bagaimanakah pertemuannya? Itu semua adalah hal yang paling berkesan dalam setiap perjalanan waktu yang kita lewati.

Aku bukanlah orang yang begitu mudah tertarik pada lawan jenis, karena aku pernah terluka. Bahkan sempat aku berfikir mengenai hal itu, terus dan terus mengangguku, mengusik helaan nafasku, hingga merasa bahwa aku tertekan dan sesak dalam harapan ingin bertahan pada apa yang seharusnya aku pertahankan!

Namun, pada dasarnya setiap manusia pernah terluka hingga merasa berduka yang amat dalam. Dari berduka karena ditinggalkan selamanya ataukah berduka karena kepingan hati yang kita kira akan saling melengkapi sepanjang hidup telah memiliki tempat baru. Setiap orang memiliki bekas luka yang berbeda pula, begitupun aku dan kau.

Namun, apa yang terjadi saat ini pada kita saat ini adalah hal yang wajar. Merasakan kehangatan cinta kembali adalah tanda bahwa kita sebenarnya mampu melangkah kembali. Melangkah untuk belajar bahwa kita memiliki kesempatan memulai hal baru yang berbeda, hal baru dimana kita mengenal cara berbeda dalam pertemuan, cara berbeda memulai percakapan, cara berbeda memandang sosoknya, cara yang berbeda menanggapi sebuah permasalahan dengannya. Ya, dengannya yang kemudian meyakinkan kita bahwa kita berarti untuknya, saling melengkapi dalam amarah, benci, cinta, masalah, dan cemburu yang baru. Dengannya yang memberikan kesejukan di ladang kita yang sempat gersang.

“Rasakan semua, demikian pinta sang hati. Amarah atau asmara, kasih atau pedih, segalanya indah jika memang tepat pada waktunya. Dan inilah hatiku, pada dini hari yang hening. Bening. Apa adanya.”
Dee Lestari

Jika aku yang pernah merasa terluka amat dalam dapat memulai dan merasakan kisah baru yang diberi Sang Pencipta dan bahagia karenanya, kamupun dapat bergerak bersiap diri untuk mendapat kisah baru dimana semesta akan merangkai kejadian kejadian menakjubkan dalam kisah barumu itu!

Percayalah sahabat, kamu berarti dan berbahagialah!